Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2018

Tips: Membersihkan Ruang Mesin (2)

Ini merupakan artikel kedua saya mengenai cara membersihkan ruang mesin, pelengkap atau penyempurna dari artikel saya sebelumnya, lebih tepatnya. Saya tidak mengatakan cara saya sebelumnya salah, bahkan itu sebenarnya cara paling aman, namun seiring perjalanan waktu dan meningkatnya pengalaman di dunia detailing, saya mempunyai nyali untuk membersihkan ruang mesin dengan cara yang sedikit ekstrim, namun lebih praktis.

Peralatan yang saya siapkan, antara lain pressure washer, saya biasa menggunakan Nilfisk c100 series; engine degreaser, saya rekomendasikan pakai Meguiar's Engine Degreaser 1:4 (Professional Line); engine dressing, saya suka pakai Meguiar's Hyper Dressing 1:4 (Professional Line), dan sikat atau detailing brush. Oh iya, sediakan pula kantong plastik dan selotip untuk menutup komponen sensitif di ruang mesin, seperti kutub aki, sensor-sensor, dan alternator.

Persiapan yang harus dilakukan pertama adalah menutup komponen-komponen sensitif yang saya sebutkan tadi menggunakan kantong plastik, tempel pakai selotip jika takut lepas ketika kena semprotan pressure washer. Kalau mau aman sih copot kutub aki, tapi saya biasanya cuma tutup pakai plastik dan selotip.

Kedua, semprot seluruh ruang mesin menggunakan engine degreaser, diamkan selama 3-5 menit. Jangan biarkan sampai benar-benar mengering karena akan menimbulkan bekas yang sulit dihilangkan. Oh iya, sebelum menyemprotkan degreaser, pastikan mesin tidak dalam keadaan panas. Dingin tidak apa-apa, kalau sekedar hangat akan lebih baik.

Ketiga, sikat seluruh bagian ruang mesin.

Keempat, bagian yang agak menegangkan, semprot ruang mesin menggunakan pressure washer hingga engine degreaser benar-benar hilang. Jika masih ada bagian yang kotor, semprot kembali dengan engine degreaser, sikat, dan semprot kembali dengan pressure washer.

Setelah bersih, keringkan ruang mesin dengan kain microfiber (yap saya sudah upgrade, tidak lagi merekomendasikan chamois), akan lebih baik jika punya blower. Lepaskan semua plastik yang menutupi komponen-komponen sensitif, lalu nyalakan mesin. Cek jika ada indikator yang menyala (harapannya sih tidak), dan panaskan hingga sisa-sisa air di ruang mesin menguap.

Tahap terakhir adalah finishing dengan menyemprotkan engine dressing ke ruang mesin, ratakan dengan kuas atau spon, baru lap dengan kain microfiber agar kilapnya natural. Tidak perlu khawatir debu akan menempel dan merusak plastik karena Meguiar's Hyper Dressing adalah water based atau berbahan dasar air sehingga aman.

Terakhir, seperti pada tips saya sebelumnya mengenai cara membersihkan ruang mesin, silakan wax bagian-bagian yang di cat dengan wax yang anda suka. Saat ini saya sudah naik kelas, saya suka pakai Meguiar's Ultimate Liquid Wax, atau Turtle Wax Ice Liquid Wax.

Sekian tips semprot mesin dari saya.

Kamis, 26 April 2012

Tips: Memasang Peredam Tambahan

Apakah anda termasuk golongan yang kurang puas dengan peredaman mobil anda? Apakah anda sering terganggu dengan suara ban / mesin / angin yang terdengar dari dalam kabin mobil? Jika iya, berarti anda perlu untuk memasang peredam tambahan di mobil anda.
Peredam yang lazim digunakan untuk membuat senyap kabin kendaraan umumnya terbuat dari material aspal atau karet. Banyak yang khawatir menambah peredam akan menambah bobot kendaraan yang mengakibatkan konsumsi bahan bakar jadi boros. Hal tersebut menurut saya tidak perlu untuk terlalu dipikirkan, mengingat memasang peredam aspal fullbody menambah bobot tidak lebih dari 40kg, seberat anak SD. Jika anda punya anak SD seberat 40kg bersama dengan anda di dalam mobil, apakah anak SD tersebut akan membuat kendaraan anda terasa lebih boros? Saya rasa tidak, jadi jangan khawatir kendaraan anda akan bertambah boros jika dipasang peredam tambahan. Pemasangan peredam dapat dilakukan di instalatur audio.

Jika dana anda terbatas, saya sarankan memasang peredam tambahan di kendaraan anda setahap demi setahap, tidak harus langsung fullbody. Pasanglah peredam tambahan di daerah yang paling vital terlebih dahulu yaitu kedua pintu depan. Pemasangan peredam di kedua pintu depan akan langsung terasa dampaknya oleh pengemudi. Jika di pintu depan terdapat speaker baik tweeter maupun midbass, suara yang dihasilkan oleh speaker tersebut dijamin akan semakin baik karena gangguan suara dari luar jauh berkurang. Merek peredam yang baik digunakan adalah Dynamat, namun harganya cukup mahal, jika ingin merek yang lebih murah dapat menggunakan Automat. Jika telah terpasang, rasakan bedanya ketika menutup pintu, suaranya seperti menutup pintu mobil yang lebih mahal.

Tahap selanjutnya setelah kedua pintu depan adalah plafon. Plafon sangat perlu dilapisi peredam tambahan untuk mengurangi suara air hujan yang jatuh ke atap mobil dan juga meredam panas jika mobil diparkir ditempat yang terik. Untuk itu, peredam yang digunakan saya sarankan yang dilapisi dengan aluminium foil, seperti Dynamat Extreme atau Checkmat.
Setelah plafon telah terlapisi, saatnya melapisi lantai dan firewall. Lantai dan firewall sangat penting untuk dilapisi peredam jika ingin mengurangi suara gemuruh dari ban dan juga mesin. Memasang peredam di firewall tidak perlu sampai membongkar dasbor, cukup sampai lekukan lantai paling depan. Peredam yang baik digunakan tetap Dynamat, namun jika dana terbatas, saya sarankan menggunakan peredam lembaran aspal dari Wurth karena ukuran lembaran yang cukup lebar dan cukup tebal.
Kekurangan Wurth adalah bahannya yang berat dan kurang fleksibel sehingga agak susah jika ingin memasang Wurth di pintu, sehingga hanya cocok untuk lantai kendaraan. Saya kurang menyarankan menggunakan Automat karena akan menghabiskan terlalu banyak lembaran untuk melapisi seluruh lantai. Jika lantai telah terlapisi oleh peredam aspal, sebelum memasang karpet, saya sarankan lapisi dulu dengan rockwool cotton agar semakin senyap dan lantai menjadi empuk.

Setelah pintu depan, plafon dan lantai telah terlapisi, saya jamin mobil anda sudah terasa jauh lebih senyap dari standarnya. Jika masih memiliki dana untuk menambah peredam, baru kita lapis pintu belakang dan juga pilar-pilar, bisa menggunakan Dynamat atau Automat. Jika anda memasang subwoofer di bagasi anda, pastikan bagasi juga dilapisi oleh peredam agar suara yang dihasilkan lebih baik.

Yang harus diperhatikan saat pemasangan peredam adalah bobot peredam itu sendiri, jangan sampai engsel pintu tidak kuat menahan beban peredam. Pasanglah peredam secara wajar, yakni satu lapis ditempel di bodi kendaraan dan lapis kedua dipasang dibalik doortrim. Selalu perhatikan kondisi engsel pintu. Untuk pemasangan di pintu bagasi mobil hatchback juga saya sarankan jangan terlalu berat karena akan membebani teleskopik penahan pintu.

Setelah peredam tambahan terpasang, silakan rasakan bedanya.

Rabu, 25 April 2012

Tips: Memilih Head Unit Pengganti

Apakah anda termasuk seseorang yang kurang puas dengan kualitas atau fasilitas head unit bawaan mobil anda? Di dalam blog ini saya akan berbagi tips memilih head unit pengganti.
Sebelum memutuskan untuk mengganti head unit, kita harus menganalisa alasan mengapa kita ingin mengganti head unit dan apakah benar-benar perlu untuk diganti. Kita harus mengetahui kekurangan dan kelebihan head unit standar terlebih dahulu. Kita juga harus memikirkan estetika pada dasbor apabila head unit standar diganti (terutama jika head unit terintegrasi pada dasbor).
Jika kelengkapan pada head unit standar sudah cukup baik namun kita kurang puas dengan suara yang dihasilkan, tidak perlu sampai mengganti head unit. Head unit milik Ford Fiesta contohnya, sudah terintegrasi dengan dasbor dan memiliki fitur bluetooth dan voice-command, cukup canggih untuk sebuah head unit standar. Jika demikian, saya tidak menyarankan menggantinya dengan head unit aftermarket, tapi cukup dengan mengganti speaker / memindah posisi tweeter / atau menambah amplifier serta subwoofer.
Jika ingin suara yang lebih presisi bisa mengaplikasi sound processor. Jika head unit bawaan tidak memiliki output RCA untuk menghubungkan dengan amplifier, bisa menambahkan line-out converter. Pilih line-out converter yang berkualitas untuk menghindari konslet, storring, atau kerusakan pada amplifier maupun head unit. Jika kita tetap bersikukuh untuk mengganti head unit standar, tentukan budget lalu buat daftar fasilitas / kelengkapan yang kita butuhkan yang harus ada pada head unit pengganti.
Contoh 1: (Tuner – WMA - MP3 - Aux input – iPod connector). Jika hanya demikian kebutuhannya, berarti tidak perlu memilih head unit yang terlalu mahal, cukup sekelas Pioneer DEH-2450UB yang harganya tidak sampai Rp 1,5 juta.
Contoh 2: (Tuner – WMA – MP3 – Aux input – iPod connector – bluetooth). Berarti kita harus menyediakan budget lebih untuk membeli head unit sekelas Pioneer DEH-4450BT yang sudah mengadopsi fitur bluetooth, harganya tidak sampai Rp 1,9 juta.
Contoh 3: (Tuner – WMA – MP3 – VCD – DVD – TV Tuner). Berarti kita akan membeli head unit yang memiliki layar LCD untuk menonton film. Untuk merek paten seperti Pioneer, Kenwood, Alpine, atau Clarion sudah pasti harus mengeluarkan dana diatas 3 juta, namun jika kita percaya dengan merek Cina kita bisa medapatkannya dengan harga yang jauh lebih murah. Jika membeli merek Cina, saya sarankan baca review mengenai produk tersebut, daripada kecewa dengan kualitasnya. Merek paten biasanya dari segi kualitas tidak mengecewakan. Semakin mahal semakin banyak pula fitur tambahannya, seperti GPS dan kamera parkir.
Contoh 4: (WMA – low pass filter – high pass filter – 24 bit equalizer – time delay). Kalau maunya seperti ini, berarti kita benar-benar ingin mendapatkan Sound Quality yang sebenar-benarnya. Konsultasikan dengan audioworkshop langganan, biasanya mereka akan menyarankan head unit seperti Alpine CDA-9887 / CDA-177E (yang gampang dan familiar untuk diset para instalatur audio) atau seri diatasnya (F1-Status bagi yang dananya tidak terbatas) atau kalaupun memakai yang lebih rendah, disarankan pakai digital processor semacam Alpine PXA-H100. Jadi jangan kaget kalau ingin yang benar-benar berkualitas harganya sudah pasti diatas Rp 3,5 juta. Kalau merek Pioneer rekomendasinya DEH-8450BT keatas, atau sekalian DEX-P99RS.
Kalau mobil anda sudah ada fitur audio control di setir, saya sarankan cari head unit yang tersedia remote adaptor sehingga fitur audio control di setir tersebut masih bisa digunakan. Satu lagi, jika sebelumnya head unit anda integrated ke dasbor, pastikan cover dasbor penggantinya serasi agar dasbor tetap terlihat rapi.

Sabtu, 03 Desember 2011

Tips: Membersihkan Ruang Mesin

Banyak orang yang lupa memperhatikan kondisi ruang mesin mobil mereka. Hal ini sangat disayangkan karena mesin adalah jantung dari mobil kita yang perlu diperhatikan kebersihannya. Kebersihan ruang mesin dapat mempengaruhi keawetan komponen-komponen di dalamnya. Adanya sisa oli di ruang mesin walau sedikit bisa membuat debu menempel yang kalau dibiarkan terlalu lama bisa merusak komponen seperti kabel-kabel, karet-karet, dan sil-sil. Debu yang terlalu banyak menempel juga membuat filter udara tidak awet karena debu selalu tersedot kedalamnya.

Dalam blog kali ini saya akan memberikan sedikit tips mengenai cara membersihkan ruang mesin.

Kalau kondisi ruang mesin udah bener-bener parah dengan oli bercampur debu mau tidak mau kita harus membersihkan dengan metode ‘basah’, dengan kata lain menyemprot ruang mesin dengan air. Sebelum memulai, komponen vital yang rawan terhadap air harus ditutup, seperti ECU, koil, sekitar busi, dan terminal aki. Pastikan pula mesin dalam keadaan dingin, jangan menyemprot mesin dengan air jika mesin panas. Jika sudah, kita sempot dengan air, lebih baik menggunakan yang bertekanan tinggi. Setelah disemprot air, kita bersihkan menggunakan sampo mobil. Saya tidak menyarankan menggunakan sabun cuci/sabun colek karena kandungan deterjennya tidak ramah bagi cat mobil (saya tetap ingin cat mobil di ruang mesin mengkilap). Bersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau menggunakan kuas atau sikat gigi. Setelah dibilas, segera keringkan menggunakan lap chamois atau microfibre. Akan lebih baik jika kita semprot menggunakan angin bertekanan. Kemudian nyalakan mesin, panas mesin akan mengeringkan bagian-bagian yang sulit dilap sehingga mengurangi potensi munculnya karat. Matikan mesin setelah mesin panas dan sisa-sisa air mengering.

Jika setelah dicuci tetap ada bekas-bekas oli, kita dapat membersihkan bekas-bekas oli tersebut menggunakan engine degreaser. Banyak merek yang tersedia di pasaran seperti Meguiar’s, Prestone, dsb. Jika tidak dapat menemukan engine degreaser, dapat menggunakan multi-purpose cleaner seperti KIT Multi-Purpose Cleaner (warna oranye). Semprotkan ke bagian yang masih terdapat bekas-bekas oli, bersihkan dengan kuas, dan dilap pakai lap katun bersih. Hati-hati menyemprotkan engine degreaser ke bagian plastik atau karet karena jika tidak langsung dibersihkan dapat membuat plastik atau karet tersebut cenderung lembek yang pada akhirnya getas. Salah satu trik untuk membersihkan bagian mesin yang terbuat dari metal, selain engine degreaser atau multi-purpose cleaner adalah menggunakan carburator cleaner. Carburator cleaner sangat efektif merontokkan sisa-sisa oli.

Jika ruang mesin sudah bersih dari bekas-bekas oli, saatnya mengkilapkan. Saya menyarankan untuk menggunakan engine detailer seperti Meguiar’s, namun jika tidak ada, bisa menggunakan pembersih vinyl/dasbor seperti KIT. Engine detailer atau pembersih vinyl/interior digunakan untuk mengkilapkan bagian-bagian yang terbuat dari plastik dan karet. Bagian metal dapat digosok pakai metal polish, bisa menggunakan Meguiar’s Metal Polish, KIT Metal Polish, atau Autosol. Bagian bodi di dalam ruang mesin dapat kita wax. Caranya sama dengan ngewax bodi seperti yang telah saya terangkan dalam blog saya mengenai Tips: Merawat Cat Mobil.

Jika sudah bersih harus dirawat dong. Perawatan sebaiknya dilakukan setiap habis menggunakan mobil, sama frekuensinya seperti kita ngelap atau nyuci mobil kita, ruang mesin harus selalu dicek kebersihannya. Tapi untuk sehari-hari tidak perlu metode ‘basah’. Cukup bagian yang berdebu dibersihkan dengan kuas sambil divakum menggunakan vacum cleaner. Mungkin cara ini dianggap aneh, tapi cara ini sangat efektif membersihkan debu di ruang mesin (yang bebas dari bekas-bekas oli). Jika bagian karet/plastik sudah tidak mengkilap, ulangi kembali proses pengkilapan menggunakan engine detailer atau pembersih vinyl/dasbor.

Jika ruang mesin selalu bersih, pasti komponen-komponen di dalam ruang mesin akan awet, dan jika mobil akan dijual, ruang mesin yang bersih akan menambah nilai mobil itu.

Rabu, 09 November 2011

Tips: Mobil Ceper


Di jalan-jalan sering kita lihat mobil-mobil yang telah dipendekkan ato dikenal dengan mobil ceper. Ada yang bilang keren ada juga yang bilang tidak.

Saya sendiri suka dengan mobil ceper, tapi bukan yang ekstrim. Setelah satu setengah tahun mobil saya keluar dari showroom akhirnya saya tergelitik untuk menceperkan mobil saya, Yaris E m/t 2007. Karena dana saya terbatas, saya mengandalkan per bekas Honda Accord Cielo untuk menggantikan per standar Yaris saya. Sekarang, jarak antara ban depan dengan fender tinggal 2 jari, dan jarak ban belakang dengan fender menjadi 3 jari, yang standarnya sampai 5 jari depan maupun belakang.

Kelebihan yang saya rasakan, tampilan (menurut saya) jelas lebih oke dan handling terutama saat tikungan di kecepatan tinggi lebih mantap. Kekurangannya ada pada keterbatasan gerak mobil. Melewati jalan rusak, polisi tidur, dan tanjakan patah menjadi neraka bagi pengguna mobil ceper, apalagi jika diisi beban yang banyak atau penuh penumpang, pasti akan lebih menyulitkan lagi. Bagi pengemudi mungkin nikmat dengan handling mobil yang lebih oke, tapi kenyamanan bagi penumpang cukup jauh berkurang.

Bagi yang masih bimbang ingin menceperkan mobil atau tidak, sebaiknya pikir-pikir kembali. Jika anda mengutamakan kenyamanan seluruh penumpang, sebaiknya urungkan niat menceperkan. Jika anda mengutamakan handling dan tampilan, menceperkan mobil bukan merupakan sesuatu yang haram untuk dilakukan. Hanya perhatikan saja sudut-sudut roda setelah diceperkan (camber), biasanya perlu disesuaikan dengan melakukan wheel alignment (spooring); dan jika mencuci mobil menggunakan lift hidraulis, perhatikan per belakang (jika bukan tipe coil-over), karena kalau tidak diikat per bisa jatuh dari dudukannya ketika mobil diangkat menggunakan lift hidraulis (biasanya terjadi pada per custom yang ukurannya lebih kecil dari mangkuk per standar).

Tips: Membersihkan Kolong Mobil

Ingin mobil anda selalu terlihat baru? Kuncinya adalah memperhatikan kebersihan bagian-bagian mobil yang paling detail, paling utama adalah kolong dan kaki-kaki mobil. Mobil-mobil baru kolongnya selalu terlihat bersih, biasanya hitam legam tanpa ada noda coklat-coklat atau putih dari tanah/pasir/air. Jika mobil anda ingin terlihat seperti mobil-mobil yang baru keluar dari showroom, bagian-bagian seperti vender, torsion bar, per keong, shockbreaker, tromol, kaliper rem, dan muffler harus rajin dibersihkan.

Mobil-mobil yang memiliki bumper belakang tinggi seperti Toyota Yaris, Honda CR-V, Honda Civic, dll., jika dilihat dari belakang, tampak jelas konstruksi suspensi belakangnya, mulai dari torsion bar, per keong, sampai shockbreakernya. Mobil akan terlihat berumur jika komponen tersebut sudah tidak terlihat hitam lagi. Jika ingin mobil tampak baru, bagian-bagian itulah yang paling penting untuk dibersihkan. Membersihkannya bisa dilakukan sendiri di rumah. Agak repot memang karena harus sedikit 'ngolong', namun caranya cukup sederhana, tinggal semprot dengan air, bersihkan dengan shampoo mobil, dan keringkan dengan lap chamois.

Jika tidak ingin repot ngolong, mobil bisa dibawa ke tempat cuci mobil yang menggunakan lift. Tapi pastikan agar kolong dikeringkan dengan lap chamois. Tidak ada gunanya membersihkan kolong dengan air dan shampoo apabila tidak dikeringkan karena akan timbul bercak-bercak putih.

Untuk hasil yang sempurna, poles kolong mobil termasuk suspensinya menggunakan wax yang biasa digunakan untuk bodi mobil, semacam KIT (kaleng merah atau biru). Usahakan tidak menggunakan obat poles yang berbahan dasar silikon karena lapisan silikon mudah hilang jika terkena air ketika mobil melewati genangan.

Tips: Rahasia Eksterior Mobil Selalu Bersih

Agar bodi mobil selalu terlihat bersih, sebenarnya tidak perlu perawatan yang berlebihan. Tidak perlu mencuci mobil setiap hari, cukup dengan mengelap mobil minimal satu kali sehari, bisa dilakukan pagi hari ataupun malam hari. Jika anda mempunyai carport/garasi, saya menyarankan melakukannya malam hari sebelum anda tidur supaya kotoran (debu-debu dari jalan akibat pemakaian mobil) tidak terlalu lama menempel di mobil.
Catatan: kotoran yang dapat dibersihkan bukanlah tanah atau cipratan lumpur yang telah mengering di bodi, jika tanah atau cipratan lumpur telah mengering di bodi mobil, mau tidak mau harus mencuci bodi mobil (bukan hanya dilap) dengan menyemprot banyak air.

Caranya?

Siapkan setengah ember berisi air bersih dan lap chamois. Pastikan lap chamois selalu dalam keadaan lembab ketika mengelap. Mulailah mengelap dari bagian kaca-kaca terlebih dahulu. Mulailah dari windshield, kaca-kaca samping, kemudian kaca belakang. Jika lap chamois mulai terlihat kotor/penuh debu, bilaslah dengan air di ember yang telah disiapkan. Lanjutkan mengelap bagian bodi, mulai dari kap mesin, bumper depan, atap, bagian belakang mobil, kemudian bagian samping mulai dari fender depan, pintu-pintu, dan fender belakang. Yang terakhir adalah mengelap bagian yang biasanya paling kotor (disarankan untuk menggunakan lap chamois yang berbeda dengan bodi) yaitu pelek.

Jika ingin kaca mobil lebih bening, setelah mengelap dengan lap chamois lembab, ulangi mengelap kaca dengan lap microfibre kering.

Tips tambahan, jika pulang ke rumah setelah mobil kehujanan, sebaiknya mobil langsung dilap/dikeringkan dengan cara yang sama seperti diatas, sebelum kotoran-kotoran berupa tanah atau lumpur mengering dan menempel di bodi mobil.

Jika mobil dilap seperti itu setiap hari, dijamin tidak akan ada jamur yang menempel di bodi maupun kaca mobil dan mobil selalu terlihat bersih.

Tips: Menghilangkan Noda Serangga, Aspal, dan Kotoran Burung


Setelah menggunakan mobil kita ke luar kota dengan jarak tempuh lebih dari dua jam, pasti mobil kita kondisinya kotor tertutup debu. Belum lagi jika hujan di perjalanan, mobil kita pasti akan luar biasa kotornya. Jika kita sudah sampai di tujuan, sebaiknya mobil harus langsung dibersihkan. Jika dibiarkan, kotoran-kotoran yang menempel di bodi mobil akan sulit untuk dihilangkan, terutama kotoran berupa noda-noda serangga, aspal, dan kotoran burung yang sering tampak di mobil kita setelah kita menggunakan mobil ke luar kota.

Untuk menghilangkannya, saya sangat menyarankan untuk menggunakan produk 'Bug & Tar Remover' atau penghilang noda-noda serangga dan aspal. Dengan menggunakan Bug & Tar Remover, kotoran berupa serangga yang tertabrak, lontaran aspal basah, dan kotoran burung akan mudah dihilangkan. Jangan dipaksakan hanya dengan menggunakan sampo mobil karena hasilnya tidak akan maksimal dan noda seperti aspal akan tetap menempel, apalagi nekat mencongkel noda aspal menggunakan cutter, resikonya bisa membuat 'luka' cat kendaraan. Di pasaran banyak dijual produk Bug & Tar Remover dengan berbagai merek, ada Prestone, Meguiar's, Astonish, Autoglym, Turtlewax, dll. Menurut saya yang paling ideal merek Prestone karena harganya masih murah (sekitar 30 ribuan) dengan kemampuan yang lumayan. Kalau produk Meguiar's atau Autoglym kemampuannya tidak perlu diragukan, tapi harganya masih diatas 90 ribu.

Cara pemakaiannya, semprot Bug & Tar Remover ke bagian bodi yang ada noda serangga/aspal/kotoran burung, beberapa produk seperti Autoglym harus dioleskan ke kain lalu diusap ke bagian yang ada nodanya (karena tidak ada alat semprotnya). Setelah disemprotkan atau dioleskan, tunggu beberapa detik agar Bug & Tar Remover tersebut bereaksi, kemudian usap dengan kain katun kering yang lembut hingga kotorannya hilang. Setelah kotorannya hilang, cuci seluruh bodi mobil dengan sampo mobil yang lembut. Untuk hasil maksimal, disarankan untuk dipoles dengan metode yang sudah saya jelaskan di blog saya sebelumnya.

Selasa, 08 November 2011

Tips: Merawat Kaca Mobil

Kaca mobil yang kotor dan berjamur bisa mengganggu pandangan saat mengemudi. Untuk itu, kaca mobil juga perlu dirawat agar selalu bersih dan membuat anda nyaman dalam perjalanan.Merawat kaca mobil sedikit berbeda dengan merawat bodi mobil. Kaca mobil tidak boleh dipoles sesering kita memoles bodi mobil, karena jika terlalu sering dipoles, lapisan kaca dapat menipis dan membuat kaca tersebut kehilangan lapisan anti UV bawaan pabrik, dan ekstrimnya kaca bisa menjadi rapuh dan gampang pecah. Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi, untuk itu kita harus lebih rajin merawat kaca mobil kita.

Agar kaca mobil kita terhindar dari jamur, kita harus rajin mengeringkan kaca dengan mengelap menggunakan lap chamois setiap kali mobil habis kehujanan. Untuk hasil maksimal, setelah dilap dengan chamois, ulangi menggunakan lap microfiber agar bening sempurna. Jangan biarkan air atau kotoran terlalu lama menempel di kaca. Jika kita mendapati mobil kita dalam keadaan kotor dan kita tidak sempat mencuci mobil, sempatkanlah untuk mengelap kaca-kacanya saja. Jamur yang menempel di cat agar hilang dapat sering-sering dipoles (dengan cara yang telah disebutkan pada blog sebelumnya), namun tidak demikian dengan jamur di kaca, sehingga lebih baik mencegah timbulnya jamur dengan rajin mengelap kaca. Jika kaca sudah terlanjur dipenuhi jamur, tidak ada cara lain selain membawa mobil anda ke salon untuk dibersihkan kacanya dari jamur, sekali lagi saya ingatkan, jangan terlalu sering memoleskan kaca mobil anda di salon. Memoles sendiri di rumah juga tidak terlalu disarankan karena memoles kaca mobil tingkat kesulitannya lebih tinggi dari memoles bodi. Jika anda melakukan kesalahan, justru anda bisa menjadi 'buta' saat mengemudi karena kaca yang seharusnya bening menjadi buram karena kesalahan dalam memoles.

Tips selanjutnya yang ingin saya berikan adalah cara perlakuan kita 'memainkan' wiper agar kaca depan atau kaca belakang yang dilengkapi wiper bisa lebih awet.
Pertama, jangan sekali-sekali menggerakkan wiper jika kaca dalam kondisi kering dan penuh debu. Ini bisa menimbulkan goresan-goresan halus (bahkan kasar) pada kaca mobil anda, karet wiper juga menjadi gampang rusak dan tidak sehalus sebelumnya. Jika kaca mobil anda penuh debu, jika ingin membersihkannya dengan wiper, semprotkan air/cairan wiper terlebih dahulu agar kaca menjadi licin dan debu-debu tidak sampai menggores kaca ketika wiper digerakkan. Cara yang lebih aman adalah selalu sedia lap chamois di mobil, jika mendapati kaca kita penuh debu, lebih aman mengelapnya dengan chamois yang lembab daripada menggunakan wiper.
Kedua, gunakan wiper seperlunya. Banyak kita jumpai dalam kondisi hujan yang hanya gerimis, orang-orang menyalakan wiper dalam posisi 'full speed'. Jika hal ini sering dilakukan, lapisan kaca dapat terkikis walau hanya sepersekian mikron. Ini dapat menimbulkan belang antara bagian yang tersapu wiper dan bagian yang tidak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, pabrikan mobil sekarang ini melengkapi jajaran mobil-mobil barunya (yang masih tergolong mewah seperti Toyota New Corolla Altis dan Peugeot 307) dengan 'rain sensor' yang memungkinkan wiper untuk bergerak secara otomatis sesuai intensitas hujan/jumlah air yang menempel di kaca, jadi wiper secara otomatis bergerak seperlunya saja. Bagi mobil-mobil yang belum dilengkapi dengan rain sensor, pengemudilah yang harus menganalisa seberapa sering wiper harus digunakan.
Ketiga, jika menggunakan 'wiper fluid', pastikan sabunnya tidak membuat kaca terlalu kesat karena hal ini justru dapat menimbulkan wiper menjadi 'skipping' saat digerakkan dan menimbulkan suara yang mengganggu. Pastikan sabun dicampurkan sesuai anjuran pada kemasan. Jika terlalu sedikit akan tidak ada manfaatnya dan jika terlalu banyak justru akan menimbulkan semacam kabut putih pada kaca yang dapat mengganggu pandangan. Mencampurkan air dengan sabun cuci piring (semacam SunLight) sangat efektif untuk menghilangkan noda-noda dan lemak yang menempel di kaca, namun cara ini tidak begitu direkomendasi karena belum diteliti mengenai dampak yang ditimbulkan oleh sabun cuci jika terlalu lama dibiarkan mengendap di reservoir. Lebih baik menggunakan wiper fluid yang memang sudah dirancang untuk kaca mobil semacam KIT atau Rain-X.Terakhir, rajin-rajinlah mengelap karet wiper dengan lap chamois agar karet wiper bebas dari debu-debu yang dapat menggores kaca.

Selamat mencoba!

Kamis, 05 Agustus 2010

Tips: Merawat cat mobil

Saya adalah seorang penggemar mobil dan sebagai penggemar mobil mata saya sering 'terganggu' jika melihat mobil-mobil yang masih tergolong baru namun kondisi catnya sudah buram atau berjamur. Mungkin pemilik mobil tersebut tidak sempat merawat cat mobil mereka atau mungkin banyak juga yang tidak tahu cara merawat cat kendaraan mereka sehingga kondisi cat mobil mereka terlihat kusam. Bagi yang memiliki kocek lebih, bisa saja mobil dibawa ke salon mobil untuk dipoleskan. Namun, saya tidak terlalu menyarankan untuk sering membawa mobil ke salon mobil , karena salon mobil biasanya menggunakan 'alat berat' dan 'obat keras' untuk memoles sehingga mengakibatkan lapisan cat terkikis.

Untuk itu, saya menyarankan untuk merawat sendiri cat kendaraan anda dirumah. Selain dapat menghemat uang, cat mobil bisa lebih awet lho! Disini saya ingin memberikan tips-tips merawat cat mobil yang dapat dilakukan sendiri dirumah.

Sebelumnya anda perlu mengetahui tipe cat kendaraan anda. Tipe cat kendaraan perlu diketahui sebagai patokan dalam memilih produk perawatan yang cocok bagi kendaraan anda. Pada dasarnya tipe cat mobil terbagi tiga, yang pertama adalah jenis cat Nitro Celulose (NC) yang umum digunakan pada mobil di era tahun 80an. Tipe cat NC tidak stabil dalam hal warna dan kilap sehingga perlu sering-sering memolesnya. Untuk merawat cat NC diperlukan obat poles dengan bahan dasar silikon. Produk yang bisa digunakan adalah Amway Silicon Glaze.
Yang kedua adalah jenis cat Nitro Celulose Modified (NC Modified) yang biasa digunakan pada mobil-mobil di pertengahan era 90an. Bahan dasar NC Modified sebenarnya sama dengan NC biasa, bedanya adalah pada NC Modified sudah ada bahan hardener yang menjadikan warna lebih kuat dan stabil. Produk perawatan cat yang baik digunakan sama dengan NC biasa, yaitu obat poles dengan bahan dasar silikon macam Amway Silicon Glaze.
Jenis terakhir adalah mobil berbahan dasar polyurethane (PU) yang biasa digunakan oleh mobil tahun 2000 keatas. Cat PU memiliki daya tahan yang lebih tinggi dibanding NC dan NC Modified. Untuk merawat cat PU, tidak dianjurkan untuk menggunakan produk berbahan dasar silikon. Dianjurkan untuk menggunakan bahan yang bersifat organik. Bahan carnauba paling cocok untuk memoles cat jenis PU. Banyak pilihan produk yang bisa digunakan seperti seperti Turtle Wax, Meguiar's, Mother's, Zymol, dsb. Kalau ingin yang tidak terlalu mahal bisa gunakan KIT (saya sarankan kaleng biru atau merah). Pastikan wax yang anda pilih terdapat bahan carnauba wax didalamnya, bukan silikon. Oh iya, untuk kesemua jenis cat, saya tidak menganjurkan penggunaan kompon untuk perawatan rutin. Penggunaan kompon dapat mengikis cat, dan hanya boleh digunakan jika terdapat goresan yang sedikit dalam.

Sebelum mencoba, saya perlu mengingatkan anda untuk membedakan istilah poles dan wax. Poles berasal dari kata 'polish' yang berarti mengkilapkan, dengan cara menggosok (biasanya dengan material kompon) hingga permukaan kusam terkikis dan warna menjadi mengkilap. Mobil hanya perlu dipoles jika catnya sudah kusam atau jika terdapat goresan. Jika belum kusam, perawatan yang tepat adalah dengan waxing atau pemberian lapisan wax. Produk poles dan wax juga berbeda, jadi hati-hati dalam memilih. Perhatikan kata car polish dan car wax. Kalau terlalu sering menggunakan produk car polish, cat mobil kita bisa bertambah tipis, berbeda dengan wax, justru semakin sering kita aplikasikan wax pada cat mobil kita, semakin terlindungi catnya.

Di blog ini, saya akan memberi tips mengenai cara memoles dan mengaplikasikan wax pada cat mobil anda. Setelah mendapatkan produk yang sesuai dengan cat mobil anda, sekarang saatnya mencoba. Pastikan mobil anda terparkir di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Pertama-tama cuci bodi mobil anda dulu. Tidak perlu menggunakan shampoo mobil kecuali bodi mobil dipenuhi lumpur atau noda-noda yang sulit dihilangkan. Setelah mobil dikeringkan dengan lap chamois, mulailah memoles. Jika cat mobil anda masih dalam kondisi baik dan belum kusam, proses memoles langsung dilewati dan anda hanya perlu melakukan waxing. Siapkan obat poles, wax, spons, dan kain katun bersih yang lembut atau lebih baik lagi jika ada kain microfiber.

Tuangkan obat poles ke spons (jika menggunakan obat poles cair) atau cocolkan spons ke pasta (jika menggunakan obat poles pasta) kemudian gosokkan ke bodi mobil dengan gerakan memutar atau naik turun (tergantung anjuran pada kemasan produk). Tunggu sekitar 5 menit agar sedikit mengering. Setelah 5 menit, bersihkan bekas obat poles dengan kain katun atau microfiber. Tidak perlu gerakan memutar. Agar hasil maksimal, lakukan pemolesan perpanel, jangan langsung satu mobil. Jika sudah selesai satu bodi, lanjutkan dengan proses waxing. Caranya sama dengan memoles, namun karena waxing hanya melapisi cat dengan wax, akan terasa bahwa proses waxing jauh lebih ringan dari proses memoles. Anda juga tidak perlu menunggu lima menit sebelum dibersihkan sisa-sisa waxnya.

Agar mobil anda selalu mengkilat dan terbebas dari jamur, lakukan waxing minimal 1 bulan sekali. Jika anda cukup rajin, lakukanlah lebih sering lagi, dijamin cat mobil anda akan selalu terlihat baru dan mengkilap. Anda juga tidak perlu sering-sering memoles, hasilnya lapisan cat tetap tebal dan terlindungi, jika anda ingin menjual kembali mobil anda pasti akan ditawar dengan harga lebih tinggi.

Selamat mencoba!