Apakah anda termasuk seseorang yang kurang puas dengan kualitas atau fasilitas head unit bawaan mobil anda? Di dalam blog ini saya akan berbagi tips memilih head unit pengganti.
Sebelum memutuskan untuk mengganti head unit, kita harus menganalisa alasan mengapa kita ingin mengganti head unit dan apakah benar-benar perlu untuk diganti. Kita harus mengetahui kekurangan dan kelebihan head unit standar terlebih dahulu. Kita juga harus memikirkan estetika pada dasbor apabila head unit standar diganti (terutama jika head unit terintegrasi pada dasbor).
Jika kelengkapan pada head unit standar sudah cukup baik namun kita kurang puas dengan suara yang dihasilkan, tidak perlu sampai mengganti head unit. Head unit milik Ford Fiesta contohnya, sudah terintegrasi dengan dasbor dan memiliki fitur bluetooth dan voice-command, cukup canggih untuk sebuah head unit standar. Jika demikian, saya tidak menyarankan menggantinya dengan head unit aftermarket, tapi cukup dengan mengganti speaker / memindah posisi tweeter / atau menambah amplifier serta subwoofer.
Jika ingin suara yang lebih presisi bisa mengaplikasi sound processor. Jika head unit bawaan tidak memiliki output RCA untuk menghubungkan dengan amplifier, bisa menambahkan line-out converter. Pilih line-out converter yang berkualitas untuk menghindari konslet, storring, atau kerusakan pada amplifier maupun head unit.
Jika kita tetap bersikukuh untuk mengganti head unit standar, tentukan budget lalu buat daftar fasilitas / kelengkapan yang kita butuhkan yang harus ada pada head unit pengganti.
Contoh 1:
(Tuner – WMA - MP3 - Aux input – iPod connector).
Jika hanya demikian kebutuhannya, berarti tidak perlu memilih head unit yang terlalu mahal, cukup sekelas Pioneer DEH-2450UB yang harganya tidak sampai Rp 1,5 juta.
Contoh 2:
(Tuner – WMA – MP3 – Aux input – iPod connector – bluetooth).
Berarti kita harus menyediakan budget lebih untuk membeli head unit sekelas Pioneer DEH-4450BT yang sudah mengadopsi fitur bluetooth, harganya tidak sampai Rp 1,9 juta.
Contoh 3:
(Tuner – WMA – MP3 – VCD – DVD – TV Tuner).
Berarti kita akan membeli head unit yang memiliki layar LCD untuk menonton film. Untuk merek paten seperti Pioneer, Kenwood, Alpine, atau Clarion sudah pasti harus mengeluarkan dana diatas 3 juta, namun jika kita percaya dengan merek Cina kita bisa medapatkannya dengan harga yang jauh lebih murah. Jika membeli merek Cina, saya sarankan baca review mengenai produk tersebut, daripada kecewa dengan kualitasnya. Merek paten biasanya dari segi kualitas tidak mengecewakan. Semakin mahal semakin banyak pula fitur tambahannya, seperti GPS dan kamera parkir.
Contoh 4:
(WMA – low pass filter – high pass filter – 24 bit equalizer – time delay).
Kalau maunya seperti ini, berarti kita benar-benar ingin mendapatkan Sound Quality yang sebenar-benarnya. Konsultasikan dengan audioworkshop langganan, biasanya mereka akan menyarankan head unit seperti Alpine CDA-9887 / CDA-177E (yang gampang dan familiar untuk diset para instalatur audio) atau seri diatasnya (F1-Status bagi yang dananya tidak terbatas) atau kalaupun memakai yang lebih rendah, disarankan pakai digital processor semacam Alpine PXA-H100. Jadi jangan kaget kalau ingin yang benar-benar berkualitas harganya sudah pasti diatas Rp 3,5 juta. Kalau merek Pioneer rekomendasinya DEH-8450BT keatas, atau sekalian DEX-P99RS.
Kalau mobil anda sudah ada fitur audio control di setir, saya sarankan cari head unit yang tersedia remote adaptor sehingga fitur audio control di setir tersebut masih bisa digunakan. Satu lagi, jika sebelumnya head unit anda integrated ke dasbor, pastikan cover dasbor penggantinya serasi agar dasbor tetap terlihat rapi.
Blog saya berisi mengenai tips otomotif, review gadget/elektronik, pengalaman hidup, dan semua yang terkait dengan dunia saya.
Rabu, 25 April 2012
Sabtu, 03 Desember 2011
Review: Pioneer HTZ–101 DVD Home Theater System

Overview:
Sewaktu jalan-jalan di Best Denki Mall Kelapa Gading saya dibuat penasaran sama produk home theater yang sedang didisplay yang sedang memutar film Pearl Harbor, suara tembakan senapan mesin sama pesawat bisa berputar dari kanan ke kiri dengan suara ledakan yang menggelegar, tidak menusuk telinga, sangat riil. Begitu ditanya, ternyata produk tersebut adalah Pioneer HTZ -101. Produk ini adalah home theater system termurah yang dikeluarkan oleh pabrikan Pioneer. Saya kira semua home theater system bisa mengeluarkan suara yang setara, namun ketika DVD Pearl Harbor tersebut saya minta diputarkan ke home theater system lain dengan harga yang lebih murah seperti Panasonic SC-XH150 dan Samsung HT-D550, ternyata suaranya jauuuh banget bedanya, suaranya tidak bisa sedramatis HTZ-101. Harga memang tidak menipu, dengan harga yang sama, merek lain sudah bisa dapet pemutar Blu-Ray. Untuk merek Pioneer, home theater system pemutar Blu-Ray Disc harganya dua kali lipat HTZ-101 ini. Karena saya mementingkan kualitas suara daripada memaksakan beli Blu-Ray player dengan suara pas-pasan, saya tidak berpikir panjang untuk ambil HTZ-101.
Pengalaman saya dengan HTZ-101, playernya rada manja, sering kali tidak mau membaca DVD bajakan dimana player lain bisa membaca, namun sempurna saat memutar DVD original. Beberapa DVD original yang telah saya coba dengan HTZ-101 antara lain The Expandables, Diary of a Wimpy Kid, dan Disney’s “Up!”. Semua film suaranya bisa keluar mantap, gambarpun sangat bening saat disandingkan dengan Panasonic Vierra S1 LCD menggunakan kabel HDMI. Beberapa DVD bajakan yang berhasil saya coba dengan suara dan gambar yang memuaskan antara lain Transformers, Transformers 2, dan 2012. Namun favorit saya untuk diputar dengan HTZ-101 adalah DVD original Hit Man dan Hit Man Returns-nya David Foster and Friends, suara yang dihasilkan bener-bener serasa nonton konser live.
Sayangnya HTZ-101 suaranya kurang memuaskan untuk memutar CD musik, yang original sekalipun. Menurut saya wajar karena HTZ-101 lebih diperuntukkan untuk memutar sound format DTS 5.1 dan mengutamakan fitur surround.
Pros:
- Kualitas suara saat memutar DVD dengan sound format DTS 5.1
- Tidak harus menempatkan speaker-speaker mengelilingi ruangan untuk mendapatkan efek surround, semua speaker ditempatkan didepanpun efek surround sudah sangat bisa dirasakan
- Bentuk player dan speaker sederhana, cocok disandingkan dengan LCD/LED TV merek apa aja
- Fitur HDMI dapat menyalurkan gambar HD dengan bening sempurna ke TV dengan fitur HDMI
- Ada colokan USBnya (walaupun suaranya ga bisa bagus)
- Ada mic inputnya kalo pengen karaoke
Cons:
- Belum bisa memutar Blu-Ray disc
- Tidak ada iPod dock
- Suara kurang memuaskan ketika mendengarkan lagu-lagu dari CD, meski original
- Tidak bisa memainkan lagu-lagu melalui USB dengan suara yang baik meski dengan bit-rate tinggi
Tips: Membersihkan Ruang Mesin
Banyak orang yang lupa memperhatikan kondisi ruang mesin mobil mereka. Hal ini sangat disayangkan karena mesin adalah jantung dari mobil kita yang perlu diperhatikan kebersihannya. Kebersihan ruang mesin dapat mempengaruhi keawetan komponen-komponen di dalamnya. Adanya sisa oli di ruang mesin walau sedikit bisa membuat debu menempel yang kalau dibiarkan terlalu lama bisa merusak komponen seperti kabel-kabel, karet-karet, dan sil-sil. Debu yang terlalu banyak menempel juga membuat filter udara tidak awet karena debu selalu tersedot kedalamnya.
Dalam blog kali ini saya akan memberikan sedikit tips mengenai cara membersihkan ruang mesin.
Kalau kondisi ruang mesin udah bener-bener parah dengan oli bercampur debu mau tidak mau kita harus membersihkan dengan metode ‘basah’, dengan kata lain menyemprot ruang mesin dengan air. Sebelum memulai, komponen vital yang rawan terhadap air harus ditutup, seperti ECU, koil, sekitar busi, dan terminal aki. Pastikan pula mesin dalam keadaan dingin, jangan menyemprot mesin dengan air jika mesin panas. Jika sudah, kita sempot dengan air, lebih baik menggunakan yang bertekanan tinggi. Setelah disemprot air, kita bersihkan menggunakan sampo mobil. Saya tidak menyarankan menggunakan sabun cuci/sabun colek karena kandungan deterjennya tidak ramah bagi cat mobil (saya tetap ingin cat mobil di ruang mesin mengkilap). Bersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau menggunakan kuas atau sikat gigi. Setelah dibilas, segera keringkan menggunakan lap chamois atau microfibre. Akan lebih baik jika kita semprot menggunakan angin bertekanan. Kemudian nyalakan mesin, panas mesin akan mengeringkan bagian-bagian yang sulit dilap sehingga mengurangi potensi munculnya karat. Matikan mesin setelah mesin panas dan sisa-sisa air mengering.
Jika setelah dicuci tetap ada bekas-bekas oli, kita dapat membersihkan bekas-bekas oli tersebut menggunakan engine degreaser. Banyak merek yang tersedia di pasaran seperti Meguiar’s, Prestone, dsb. Jika tidak dapat menemukan engine degreaser, dapat menggunakan multi-purpose cleaner seperti KIT Multi-Purpose Cleaner (warna oranye). Semprotkan ke bagian yang masih terdapat bekas-bekas oli, bersihkan dengan kuas, dan dilap pakai lap katun bersih. Hati-hati menyemprotkan engine degreaser ke bagian plastik atau karet karena jika tidak langsung dibersihkan dapat membuat plastik atau karet tersebut cenderung lembek yang pada akhirnya getas. Salah satu trik untuk membersihkan bagian mesin yang terbuat dari metal, selain engine degreaser atau multi-purpose cleaner adalah menggunakan carburator cleaner. Carburator cleaner sangat efektif merontokkan sisa-sisa oli.
Jika ruang mesin sudah bersih dari bekas-bekas oli, saatnya mengkilapkan. Saya menyarankan untuk menggunakan engine detailer seperti Meguiar’s, namun jika tidak ada, bisa menggunakan pembersih vinyl/dasbor seperti KIT. Engine detailer atau pembersih vinyl/interior digunakan untuk mengkilapkan bagian-bagian yang terbuat dari plastik dan karet. Bagian metal dapat digosok pakai metal polish, bisa menggunakan Meguiar’s Metal Polish, KIT Metal Polish, atau Autosol. Bagian bodi di dalam ruang mesin dapat kita wax. Caranya sama dengan ngewax bodi seperti yang telah saya terangkan dalam blog saya mengenai Tips: Merawat Cat Mobil.
Jika sudah bersih harus dirawat dong. Perawatan sebaiknya dilakukan setiap habis menggunakan mobil, sama frekuensinya seperti kita ngelap atau nyuci mobil kita, ruang mesin harus selalu dicek kebersihannya. Tapi untuk sehari-hari tidak perlu metode ‘basah’. Cukup bagian yang berdebu dibersihkan dengan kuas sambil divakum menggunakan vacum cleaner. Mungkin cara ini dianggap aneh, tapi cara ini sangat efektif membersihkan debu di ruang mesin (yang bebas dari bekas-bekas oli). Jika bagian karet/plastik sudah tidak mengkilap, ulangi kembali proses pengkilapan menggunakan engine detailer atau pembersih vinyl/dasbor.
Jika ruang mesin selalu bersih, pasti komponen-komponen di dalam ruang mesin akan awet, dan jika mobil akan dijual, ruang mesin yang bersih akan menambah nilai mobil itu.
Dalam blog kali ini saya akan memberikan sedikit tips mengenai cara membersihkan ruang mesin.
Kalau kondisi ruang mesin udah bener-bener parah dengan oli bercampur debu mau tidak mau kita harus membersihkan dengan metode ‘basah’, dengan kata lain menyemprot ruang mesin dengan air. Sebelum memulai, komponen vital yang rawan terhadap air harus ditutup, seperti ECU, koil, sekitar busi, dan terminal aki. Pastikan pula mesin dalam keadaan dingin, jangan menyemprot mesin dengan air jika mesin panas. Jika sudah, kita sempot dengan air, lebih baik menggunakan yang bertekanan tinggi. Setelah disemprot air, kita bersihkan menggunakan sampo mobil. Saya tidak menyarankan menggunakan sabun cuci/sabun colek karena kandungan deterjennya tidak ramah bagi cat mobil (saya tetap ingin cat mobil di ruang mesin mengkilap). Bersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau menggunakan kuas atau sikat gigi. Setelah dibilas, segera keringkan menggunakan lap chamois atau microfibre. Akan lebih baik jika kita semprot menggunakan angin bertekanan. Kemudian nyalakan mesin, panas mesin akan mengeringkan bagian-bagian yang sulit dilap sehingga mengurangi potensi munculnya karat. Matikan mesin setelah mesin panas dan sisa-sisa air mengering.
Jika setelah dicuci tetap ada bekas-bekas oli, kita dapat membersihkan bekas-bekas oli tersebut menggunakan engine degreaser. Banyak merek yang tersedia di pasaran seperti Meguiar’s, Prestone, dsb. Jika tidak dapat menemukan engine degreaser, dapat menggunakan multi-purpose cleaner seperti KIT Multi-Purpose Cleaner (warna oranye). Semprotkan ke bagian yang masih terdapat bekas-bekas oli, bersihkan dengan kuas, dan dilap pakai lap katun bersih. Hati-hati menyemprotkan engine degreaser ke bagian plastik atau karet karena jika tidak langsung dibersihkan dapat membuat plastik atau karet tersebut cenderung lembek yang pada akhirnya getas. Salah satu trik untuk membersihkan bagian mesin yang terbuat dari metal, selain engine degreaser atau multi-purpose cleaner adalah menggunakan carburator cleaner. Carburator cleaner sangat efektif merontokkan sisa-sisa oli.
Jika ruang mesin sudah bersih dari bekas-bekas oli, saatnya mengkilapkan. Saya menyarankan untuk menggunakan engine detailer seperti Meguiar’s, namun jika tidak ada, bisa menggunakan pembersih vinyl/dasbor seperti KIT. Engine detailer atau pembersih vinyl/interior digunakan untuk mengkilapkan bagian-bagian yang terbuat dari plastik dan karet. Bagian metal dapat digosok pakai metal polish, bisa menggunakan Meguiar’s Metal Polish, KIT Metal Polish, atau Autosol. Bagian bodi di dalam ruang mesin dapat kita wax. Caranya sama dengan ngewax bodi seperti yang telah saya terangkan dalam blog saya mengenai Tips: Merawat Cat Mobil.
Jika sudah bersih harus dirawat dong. Perawatan sebaiknya dilakukan setiap habis menggunakan mobil, sama frekuensinya seperti kita ngelap atau nyuci mobil kita, ruang mesin harus selalu dicek kebersihannya. Tapi untuk sehari-hari tidak perlu metode ‘basah’. Cukup bagian yang berdebu dibersihkan dengan kuas sambil divakum menggunakan vacum cleaner. Mungkin cara ini dianggap aneh, tapi cara ini sangat efektif membersihkan debu di ruang mesin (yang bebas dari bekas-bekas oli). Jika bagian karet/plastik sudah tidak mengkilap, ulangi kembali proses pengkilapan menggunakan engine detailer atau pembersih vinyl/dasbor.
Jika ruang mesin selalu bersih, pasti komponen-komponen di dalam ruang mesin akan awet, dan jika mobil akan dijual, ruang mesin yang bersih akan menambah nilai mobil itu.
Kamis, 01 Desember 2011
Review: Aerial7 Tank Midnight

Overview:
Kesan pertama ngeliat bentuk Aerial7 Tank Midnight sebenernya saya kurang tertarik. Desain simbol panah Aerial7 berkesan seperti simbol di kaos-kaos distro sehingga tidak terlihat mahal. Saat pertama dipakai, earmuff berbentuk bulat terasa sangat kencang menempel di telinga sehingga kurang nyaman dan panas jika dipakai dalam jangka waktu yang lama. Namun demikian, earmuff Aerial7 Tank mampu ngeblok suara dari luar sehingga cukup kedap.
Begitu saya tes pake iPod Nano 5th Gen dengan berbagai genre lagu, langsung bisa bikin senyum. Bassnya begitu mantap, memang sewajarnya bassnya mantap karena drivernya berukuran 54mm, termasuk besar dikelasnya. Staging bisa dapet, nada-nada high jernih, nada-nada rendah mantap, agak disayangkan mid sedikit ‘muddy’. Tapi asyiknya ga tidak harus ngutak-atik EQ buat dapet suara yang pas.
Saya paling suka dengerin album Avril Lavigne Live in Toronto dengan bitrate rata-rata 521kbps. Detail drumnya enak banget & stagingnya dapet banget.
Pros:
- Dengan driver berukuran 54mm bassnya mantap
- Kalau pake iPod Nano ga harus mainin EQ udah enak didenger
- Dikemasannya dapet kantong, kabel DJ, kabel iPhone, kabel Skype
- Kabel bawaannya udah gold plated
- Detail seputar treble bagus
Cons:
- Bentuk fisik tidak terlihat mahal, simbol Aerial7 di bodinya terlihat seperti barang keluaran distro-distro
- Earmuff kurang nyaman jika dipakai dalam waktu lama
- Mid sedikit ‘muddy’
Senin, 28 November 2011
Review: beats studio LeBron James 23 limited edition

Overview:
Kesan pertama dari ngeliat beats studio memang wah, karena bodinya yang glossy. Begitu dipakai langsung bisa bikin senyum karena nyaman banget ditelinga karena bentuk earmuff yang lonjong mengikuti bentuk telinga. Fitur noise cancelling yang ada pada beats studio cukup membantu. Sekian decibel yang dibuang oleh fitur ini memungkinkan kita untuk mendengarkan lagu-lagu dengan low volume tanpa harus terganggu dengan noise dari luar. Memang ini kelebihan yang ditawarkan oleh beats studio, mendengarkan lagu dengan detail yang baik dengan rentang volume rendah hingga sedang.
Begitu saya tes pake iPod Nano 5th Gen dengan berbagai genre lagu, langsung terasa nada-nada high yang detail dengan bas yang bulet walau tidak bisa dibilang powerful. Kurangnya ada diseputar mid dimana terasa ada gap ditengah. Kalau digeber dengan volume tinggi treblenya cenderung menusuk (walaupun EQ sudah dicoba untuk dipasang di 'bass booster' atau 'treble reducer'), jadi saya tidak menyarankan untuk mendengarkan musik dengan volume tinggi pake iPod dengan beats studio. Dengan iPod Nano 5th Gen, paling nyaman pasang volume sekitar 50%-60%. Sangat disayangkan fitur EQ pada iPod Nano 5th Gen hanya berupa ‘rock, r&b, classic, bass booster, treble reducer, dsb.', tidak bisa diatur manual, karena untuk beberapa genre lagu sedikit sulit menemukan setting yang pas saat mendengarkan lagu menggunakan beats studio. Namun jika saya tes menggunakan Netbook Acer AspireOne dengan Windows Media Player 7 dengan graphic equalizer yang bisa diatur manual, sangat mudah mendapatkan setting yang pas.
Pros:
- Bentuk fisik keliatan mahal
- Nyaman banget dipakenya
- Enteng
- Detail seputar treble bagus
- Bass cukup mantap untuk driver ukuran 40mm
- Monster Cable berkualitas
- Kabel terpisah dari headset, jadi kalau kabel rusak/sobek tinggal ganti kabel
- Dapet antibacterial cloth
- Dapet casing yang bentuknya oke
Cons:
- Bodi gampang kotor karena glossy (jadi magnet sidik jari)
- Jika menggunakan iPod Nano yang ga punya graphic equalizer, kurang bagus untuk digeber dengan volume tinggi karena treble akan terlalu menusuk
- Mid agak kurang, frekuensi cenderung terpisah antara high dan low, ada yang kurang ditengah
- Harus pake 2 batre AAA, tanpa batre ga bisa hidup
- Paket iSoni cable keliatan murah, masih keliatan mantep Monster Cable standarnya (yang warna merah)
Rabu, 09 November 2011
Tips: Mobil Ceper

Di jalan-jalan sering kita lihat mobil-mobil yang telah dipendekkan ato dikenal dengan mobil ceper. Ada yang bilang keren ada juga yang bilang tidak.
Saya sendiri suka dengan mobil ceper, tapi bukan yang ekstrim. Setelah satu setengah tahun mobil saya keluar dari showroom akhirnya saya tergelitik untuk menceperkan mobil saya, Yaris E m/t 2007. Karena dana saya terbatas, saya mengandalkan per bekas Honda Accord Cielo untuk menggantikan per standar Yaris saya. Sekarang, jarak antara ban depan dengan fender tinggal 2 jari, dan jarak ban belakang dengan fender menjadi 3 jari, yang standarnya sampai 5 jari depan maupun belakang.
Kelebihan yang saya rasakan, tampilan (menurut saya) jelas lebih oke dan handling terutama saat tikungan di kecepatan tinggi lebih mantap. Kekurangannya ada pada keterbatasan gerak mobil. Melewati jalan rusak, polisi tidur, dan tanjakan patah menjadi neraka bagi pengguna mobil ceper, apalagi jika diisi beban yang banyak atau penuh penumpang, pasti akan lebih menyulitkan lagi. Bagi pengemudi mungkin nikmat dengan handling mobil yang lebih oke, tapi kenyamanan bagi penumpang cukup jauh berkurang.
Bagi yang masih bimbang ingin menceperkan mobil atau tidak, sebaiknya pikir-pikir kembali. Jika anda mengutamakan kenyamanan seluruh penumpang, sebaiknya urungkan niat menceperkan. Jika anda mengutamakan handling dan tampilan, menceperkan mobil bukan merupakan sesuatu yang haram untuk dilakukan. Hanya perhatikan saja sudut-sudut roda setelah diceperkan (camber), biasanya perlu disesuaikan dengan melakukan wheel alignment (spooring); dan jika mencuci mobil menggunakan lift hidraulis, perhatikan per belakang (jika bukan tipe coil-over), karena kalau tidak diikat per bisa jatuh dari dudukannya ketika mobil diangkat menggunakan lift hidraulis (biasanya terjadi pada per custom yang ukurannya lebih kecil dari mangkuk per standar).
Tips: Membersihkan Kolong Mobil
Ingin mobil anda selalu terlihat baru? Kuncinya adalah memperhatikan kebersihan bagian-bagian mobil yang paling detail, paling utama adalah kolong dan kaki-kaki mobil. Mobil-mobil baru kolongnya selalu terlihat bersih, biasanya hitam legam tanpa ada noda coklat-coklat atau putih dari tanah/pasir/air. Jika mobil anda ingin terlihat seperti mobil-mobil yang baru keluar dari showroom, bagian-bagian seperti vender, torsion bar, per keong, shockbreaker, tromol, kaliper rem, dan muffler harus rajin dibersihkan.
Mobil-mobil yang memiliki bumper belakang tinggi seperti Toyota Yaris, Honda CR-V, Honda Civic, dll., jika dilihat dari belakang, tampak jelas konstruksi suspensi belakangnya, mulai dari torsion bar, per keong, sampai shockbreakernya. Mobil akan terlihat berumur jika komponen tersebut sudah tidak terlihat hitam lagi. Jika ingin mobil tampak baru, bagian-bagian itulah yang paling penting untuk dibersihkan. Membersihkannya bisa dilakukan sendiri di rumah. Agak repot memang karena harus sedikit 'ngolong', namun caranya cukup sederhana, tinggal semprot dengan air, bersihkan dengan shampoo mobil, dan keringkan dengan lap chamois.
Jika tidak ingin repot ngolong, mobil bisa dibawa ke tempat cuci mobil yang menggunakan lift. Tapi pastikan agar kolong dikeringkan dengan lap chamois. Tidak ada gunanya membersihkan kolong dengan air dan shampoo apabila tidak dikeringkan karena akan timbul bercak-bercak putih.
Untuk hasil yang sempurna, poles kolong mobil termasuk suspensinya menggunakan wax yang biasa digunakan untuk bodi mobil, semacam KIT (kaleng merah atau biru). Usahakan tidak menggunakan obat poles yang berbahan dasar silikon karena lapisan silikon mudah hilang jika terkena air ketika mobil melewati genangan.
Mobil-mobil yang memiliki bumper belakang tinggi seperti Toyota Yaris, Honda CR-V, Honda Civic, dll., jika dilihat dari belakang, tampak jelas konstruksi suspensi belakangnya, mulai dari torsion bar, per keong, sampai shockbreakernya. Mobil akan terlihat berumur jika komponen tersebut sudah tidak terlihat hitam lagi. Jika ingin mobil tampak baru, bagian-bagian itulah yang paling penting untuk dibersihkan. Membersihkannya bisa dilakukan sendiri di rumah. Agak repot memang karena harus sedikit 'ngolong', namun caranya cukup sederhana, tinggal semprot dengan air, bersihkan dengan shampoo mobil, dan keringkan dengan lap chamois.
Jika tidak ingin repot ngolong, mobil bisa dibawa ke tempat cuci mobil yang menggunakan lift. Tapi pastikan agar kolong dikeringkan dengan lap chamois. Tidak ada gunanya membersihkan kolong dengan air dan shampoo apabila tidak dikeringkan karena akan timbul bercak-bercak putih.
Untuk hasil yang sempurna, poles kolong mobil termasuk suspensinya menggunakan wax yang biasa digunakan untuk bodi mobil, semacam KIT (kaleng merah atau biru). Usahakan tidak menggunakan obat poles yang berbahan dasar silikon karena lapisan silikon mudah hilang jika terkena air ketika mobil melewati genangan.
Tips: Rahasia Eksterior Mobil Selalu Bersih
Agar bodi mobil selalu terlihat bersih, sebenarnya tidak perlu perawatan yang berlebihan. Tidak perlu mencuci mobil setiap hari, cukup dengan mengelap mobil minimal satu kali sehari, bisa dilakukan pagi hari ataupun malam hari. Jika anda mempunyai carport/garasi, saya menyarankan melakukannya malam hari sebelum anda tidur supaya kotoran (debu-debu dari jalan akibat pemakaian mobil) tidak terlalu lama menempel di mobil.
Catatan: kotoran yang dapat dibersihkan bukanlah tanah atau cipratan lumpur yang telah mengering di bodi, jika tanah atau cipratan lumpur telah mengering di bodi mobil, mau tidak mau harus mencuci bodi mobil (bukan hanya dilap) dengan menyemprot banyak air.
Caranya?
Siapkan setengah ember berisi air bersih dan lap chamois. Pastikan lap chamois selalu dalam keadaan lembab ketika mengelap. Mulailah mengelap dari bagian kaca-kaca terlebih dahulu. Mulailah dari windshield, kaca-kaca samping, kemudian kaca belakang. Jika lap chamois mulai terlihat kotor/penuh debu, bilaslah dengan air di ember yang telah disiapkan. Lanjutkan mengelap bagian bodi, mulai dari kap mesin, bumper depan, atap, bagian belakang mobil, kemudian bagian samping mulai dari fender depan, pintu-pintu, dan fender belakang. Yang terakhir adalah mengelap bagian yang biasanya paling kotor (disarankan untuk menggunakan lap chamois yang berbeda dengan bodi) yaitu pelek.
Jika ingin kaca mobil lebih bening, setelah mengelap dengan lap chamois lembab, ulangi mengelap kaca dengan lap microfibre kering.
Tips tambahan, jika pulang ke rumah setelah mobil kehujanan, sebaiknya mobil langsung dilap/dikeringkan dengan cara yang sama seperti diatas, sebelum kotoran-kotoran berupa tanah atau lumpur mengering dan menempel di bodi mobil.
Jika mobil dilap seperti itu setiap hari, dijamin tidak akan ada jamur yang menempel di bodi maupun kaca mobil dan mobil selalu terlihat bersih.
Catatan: kotoran yang dapat dibersihkan bukanlah tanah atau cipratan lumpur yang telah mengering di bodi, jika tanah atau cipratan lumpur telah mengering di bodi mobil, mau tidak mau harus mencuci bodi mobil (bukan hanya dilap) dengan menyemprot banyak air.
Caranya?
Siapkan setengah ember berisi air bersih dan lap chamois. Pastikan lap chamois selalu dalam keadaan lembab ketika mengelap. Mulailah mengelap dari bagian kaca-kaca terlebih dahulu. Mulailah dari windshield, kaca-kaca samping, kemudian kaca belakang. Jika lap chamois mulai terlihat kotor/penuh debu, bilaslah dengan air di ember yang telah disiapkan. Lanjutkan mengelap bagian bodi, mulai dari kap mesin, bumper depan, atap, bagian belakang mobil, kemudian bagian samping mulai dari fender depan, pintu-pintu, dan fender belakang. Yang terakhir adalah mengelap bagian yang biasanya paling kotor (disarankan untuk menggunakan lap chamois yang berbeda dengan bodi) yaitu pelek.
Jika ingin kaca mobil lebih bening, setelah mengelap dengan lap chamois lembab, ulangi mengelap kaca dengan lap microfibre kering.
Tips tambahan, jika pulang ke rumah setelah mobil kehujanan, sebaiknya mobil langsung dilap/dikeringkan dengan cara yang sama seperti diatas, sebelum kotoran-kotoran berupa tanah atau lumpur mengering dan menempel di bodi mobil.
Jika mobil dilap seperti itu setiap hari, dijamin tidak akan ada jamur yang menempel di bodi maupun kaca mobil dan mobil selalu terlihat bersih.
Tips: Menghilangkan Noda Serangga, Aspal, dan Kotoran Burung

Setelah menggunakan mobil kita ke luar kota dengan jarak tempuh lebih dari dua jam, pasti mobil kita kondisinya kotor tertutup debu. Belum lagi jika hujan di perjalanan, mobil kita pasti akan luar biasa kotornya. Jika kita sudah sampai di tujuan, sebaiknya mobil harus langsung dibersihkan. Jika dibiarkan, kotoran-kotoran yang menempel di bodi mobil akan sulit untuk dihilangkan, terutama kotoran berupa noda-noda serangga, aspal, dan kotoran burung yang sering tampak di mobil kita setelah kita menggunakan mobil ke luar kota.
Untuk menghilangkannya, saya sangat menyarankan untuk menggunakan produk 'Bug & Tar Remover' atau penghilang noda-noda serangga dan aspal. Dengan menggunakan Bug & Tar Remover, kotoran berupa serangga yang tertabrak, lontaran aspal basah, dan kotoran burung akan mudah dihilangkan. Jangan dipaksakan hanya dengan menggunakan sampo mobil karena hasilnya tidak akan maksimal dan noda seperti aspal akan tetap menempel, apalagi nekat mencongkel noda aspal menggunakan cutter, resikonya bisa membuat 'luka' cat kendaraan. Di pasaran banyak dijual produk Bug & Tar Remover dengan berbagai merek, ada Prestone, Meguiar's, Astonish, Autoglym, Turtlewax, dll. Menurut saya yang paling ideal merek Prestone karena harganya masih murah (sekitar 30 ribuan) dengan kemampuan yang lumayan. Kalau produk Meguiar's atau Autoglym kemampuannya tidak perlu diragukan, tapi harganya masih diatas 90 ribu.
Cara pemakaiannya, semprot Bug & Tar Remover ke bagian bodi yang ada noda serangga/aspal/kotoran burung, beberapa produk seperti Autoglym harus dioleskan ke kain lalu diusap ke bagian yang ada nodanya (karena tidak ada alat semprotnya). Setelah disemprotkan atau dioleskan, tunggu beberapa detik agar Bug & Tar Remover tersebut bereaksi, kemudian usap dengan kain katun kering yang lembut hingga kotorannya hilang. Setelah kotorannya hilang, cuci seluruh bodi mobil dengan sampo mobil yang lembut. Untuk hasil maksimal, disarankan untuk dipoles dengan metode yang sudah saya jelaskan di blog saya sebelumnya.
Selasa, 08 November 2011
Tips: Merawat Kaca Mobil
Kaca mobil yang kotor dan berjamur bisa mengganggu pandangan saat mengemudi. Untuk itu, kaca mobil juga perlu dirawat agar selalu bersih dan membuat anda nyaman dalam perjalanan.Merawat kaca mobil sedikit berbeda dengan merawat bodi mobil. Kaca mobil tidak boleh dipoles sesering kita memoles bodi mobil, karena jika terlalu sering dipoles, lapisan kaca dapat menipis dan membuat kaca tersebut kehilangan lapisan anti UV bawaan pabrik, dan ekstrimnya kaca bisa menjadi rapuh dan gampang pecah. Tentu kita tidak ingin hal ini terjadi, untuk itu kita harus lebih rajin merawat kaca mobil kita.
Agar kaca mobil kita terhindar dari jamur, kita harus rajin mengeringkan kaca dengan mengelap menggunakan lap chamois setiap kali mobil habis kehujanan. Untuk hasil maksimal, setelah dilap dengan chamois, ulangi menggunakan lap microfiber agar bening sempurna. Jangan biarkan air atau kotoran terlalu lama menempel di kaca. Jika kita mendapati mobil kita dalam keadaan kotor dan kita tidak sempat mencuci mobil, sempatkanlah untuk mengelap kaca-kacanya saja. Jamur yang menempel di cat agar hilang dapat sering-sering dipoles (dengan cara yang telah disebutkan pada blog sebelumnya), namun tidak demikian dengan jamur di kaca, sehingga lebih baik mencegah timbulnya jamur dengan rajin mengelap kaca. Jika kaca sudah terlanjur dipenuhi jamur, tidak ada cara lain selain membawa mobil anda ke salon untuk dibersihkan kacanya dari jamur, sekali lagi saya ingatkan, jangan terlalu sering memoleskan kaca mobil anda di salon. Memoles sendiri di rumah juga tidak terlalu disarankan karena memoles kaca mobil tingkat kesulitannya lebih tinggi dari memoles bodi. Jika anda melakukan kesalahan, justru anda bisa menjadi 'buta' saat mengemudi karena kaca yang seharusnya bening menjadi buram karena kesalahan dalam memoles.
Tips selanjutnya yang ingin saya berikan adalah cara perlakuan kita 'memainkan' wiper agar kaca depan atau kaca belakang yang dilengkapi wiper bisa lebih awet.
Pertama, jangan sekali-sekali menggerakkan wiper jika kaca dalam kondisi kering dan penuh debu. Ini bisa menimbulkan goresan-goresan halus (bahkan kasar) pada kaca mobil anda, karet wiper juga menjadi gampang rusak dan tidak sehalus sebelumnya. Jika kaca mobil anda penuh debu, jika ingin membersihkannya dengan wiper, semprotkan air/cairan wiper terlebih dahulu agar kaca menjadi licin dan debu-debu tidak sampai menggores kaca ketika wiper digerakkan. Cara yang lebih aman adalah selalu sedia lap chamois di mobil, jika mendapati kaca kita penuh debu, lebih aman mengelapnya dengan chamois yang lembab daripada menggunakan wiper.
Kedua, gunakan wiper seperlunya. Banyak kita jumpai dalam kondisi hujan yang hanya gerimis, orang-orang menyalakan wiper dalam posisi 'full speed'. Jika hal ini sering dilakukan, lapisan kaca dapat terkikis walau hanya sepersekian mikron. Ini dapat menimbulkan belang antara bagian yang tersapu wiper dan bagian yang tidak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, pabrikan mobil sekarang ini melengkapi jajaran mobil-mobil barunya (yang masih tergolong mewah seperti Toyota New Corolla Altis dan Peugeot 307) dengan 'rain sensor' yang memungkinkan wiper untuk bergerak secara otomatis sesuai intensitas hujan/jumlah air yang menempel di kaca, jadi wiper secara otomatis bergerak seperlunya saja. Bagi mobil-mobil yang belum dilengkapi dengan rain sensor, pengemudilah yang harus menganalisa seberapa sering wiper harus digunakan.
Ketiga, jika menggunakan 'wiper fluid', pastikan sabunnya tidak membuat kaca terlalu kesat karena hal ini justru dapat menimbulkan wiper menjadi 'skipping' saat digerakkan dan menimbulkan suara yang mengganggu. Pastikan sabun dicampurkan sesuai anjuran pada kemasan. Jika terlalu sedikit akan tidak ada manfaatnya dan jika terlalu banyak justru akan menimbulkan semacam kabut putih pada kaca yang dapat mengganggu pandangan. Mencampurkan air dengan sabun cuci piring (semacam SunLight) sangat efektif untuk menghilangkan noda-noda dan lemak yang menempel di kaca, namun cara ini tidak begitu direkomendasi karena belum diteliti mengenai dampak yang ditimbulkan oleh sabun cuci jika terlalu lama dibiarkan mengendap di reservoir. Lebih baik menggunakan wiper fluid yang memang sudah dirancang untuk kaca mobil semacam KIT atau Rain-X.Terakhir, rajin-rajinlah mengelap karet wiper dengan lap chamois agar karet wiper bebas dari debu-debu yang dapat menggores kaca.
Selamat mencoba!
Agar kaca mobil kita terhindar dari jamur, kita harus rajin mengeringkan kaca dengan mengelap menggunakan lap chamois setiap kali mobil habis kehujanan. Untuk hasil maksimal, setelah dilap dengan chamois, ulangi menggunakan lap microfiber agar bening sempurna. Jangan biarkan air atau kotoran terlalu lama menempel di kaca. Jika kita mendapati mobil kita dalam keadaan kotor dan kita tidak sempat mencuci mobil, sempatkanlah untuk mengelap kaca-kacanya saja. Jamur yang menempel di cat agar hilang dapat sering-sering dipoles (dengan cara yang telah disebutkan pada blog sebelumnya), namun tidak demikian dengan jamur di kaca, sehingga lebih baik mencegah timbulnya jamur dengan rajin mengelap kaca. Jika kaca sudah terlanjur dipenuhi jamur, tidak ada cara lain selain membawa mobil anda ke salon untuk dibersihkan kacanya dari jamur, sekali lagi saya ingatkan, jangan terlalu sering memoleskan kaca mobil anda di salon. Memoles sendiri di rumah juga tidak terlalu disarankan karena memoles kaca mobil tingkat kesulitannya lebih tinggi dari memoles bodi. Jika anda melakukan kesalahan, justru anda bisa menjadi 'buta' saat mengemudi karena kaca yang seharusnya bening menjadi buram karena kesalahan dalam memoles.
Tips selanjutnya yang ingin saya berikan adalah cara perlakuan kita 'memainkan' wiper agar kaca depan atau kaca belakang yang dilengkapi wiper bisa lebih awet.
Pertama, jangan sekali-sekali menggerakkan wiper jika kaca dalam kondisi kering dan penuh debu. Ini bisa menimbulkan goresan-goresan halus (bahkan kasar) pada kaca mobil anda, karet wiper juga menjadi gampang rusak dan tidak sehalus sebelumnya. Jika kaca mobil anda penuh debu, jika ingin membersihkannya dengan wiper, semprotkan air/cairan wiper terlebih dahulu agar kaca menjadi licin dan debu-debu tidak sampai menggores kaca ketika wiper digerakkan. Cara yang lebih aman adalah selalu sedia lap chamois di mobil, jika mendapati kaca kita penuh debu, lebih aman mengelapnya dengan chamois yang lembab daripada menggunakan wiper.
Kedua, gunakan wiper seperlunya. Banyak kita jumpai dalam kondisi hujan yang hanya gerimis, orang-orang menyalakan wiper dalam posisi 'full speed'. Jika hal ini sering dilakukan, lapisan kaca dapat terkikis walau hanya sepersekian mikron. Ini dapat menimbulkan belang antara bagian yang tersapu wiper dan bagian yang tidak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, pabrikan mobil sekarang ini melengkapi jajaran mobil-mobil barunya (yang masih tergolong mewah seperti Toyota New Corolla Altis dan Peugeot 307) dengan 'rain sensor' yang memungkinkan wiper untuk bergerak secara otomatis sesuai intensitas hujan/jumlah air yang menempel di kaca, jadi wiper secara otomatis bergerak seperlunya saja. Bagi mobil-mobil yang belum dilengkapi dengan rain sensor, pengemudilah yang harus menganalisa seberapa sering wiper harus digunakan.
Ketiga, jika menggunakan 'wiper fluid', pastikan sabunnya tidak membuat kaca terlalu kesat karena hal ini justru dapat menimbulkan wiper menjadi 'skipping' saat digerakkan dan menimbulkan suara yang mengganggu. Pastikan sabun dicampurkan sesuai anjuran pada kemasan. Jika terlalu sedikit akan tidak ada manfaatnya dan jika terlalu banyak justru akan menimbulkan semacam kabut putih pada kaca yang dapat mengganggu pandangan. Mencampurkan air dengan sabun cuci piring (semacam SunLight) sangat efektif untuk menghilangkan noda-noda dan lemak yang menempel di kaca, namun cara ini tidak begitu direkomendasi karena belum diteliti mengenai dampak yang ditimbulkan oleh sabun cuci jika terlalu lama dibiarkan mengendap di reservoir. Lebih baik menggunakan wiper fluid yang memang sudah dirancang untuk kaca mobil semacam KIT atau Rain-X.Terakhir, rajin-rajinlah mengelap karet wiper dengan lap chamois agar karet wiper bebas dari debu-debu yang dapat menggores kaca.
Selamat mencoba!
Langganan:
Postingan (Atom)



